KISAH AL GHAUST
- wwwnuresia
- 24 Jul 2015
- 2 menit membaca

Al Ghaust adalah tokoh sufi yang hidup dizaman syeikh Abdul Qodir Jaelani,dia memiliki kemampuan hampir sama dengan nabi Kidir AS. Kisah ini diceritakan oleh Abu Sa’id Abdulah Muhammad At-Tamimi.Suatu ketika aku,As-Siqa’ dan Abdul Qodir hendak menziarahinya.Dan As-Siqa’ berkata,Aku hendak bertanya mengenai satu masalah yang pasti Al-Gaust tak dapat menjawabnya.Abu Said berkata,aku akan bertanya sesuatu yang akan aku tunggu,apa yang akan dijawabnya.maka dengan tiba-tiba Abdul Qodir berkata,aku berlindung kpd Allah dari suatu pertanyaan,aku hanya menanti berkah darinya. Akhirnya kami bertiga sampai di kediamannya Al Ghaust,tapi beliau tak ada dirumahnya,namun kami tetap masuk dan duduk,tiba-tiba Al Ghaust sudah datang dan sudah duduk diatas kursi,dan tidak ada yang tahu kapan dan dari mana dia datang. Kemudian dengan pandangan yang sangat marah,beliau berkata kepada As Siqa’:”hai ibnu Siqa’,engkau akan merugi,engkau akan bertanya kepadaku yang tidak pernah aku jawab,meskipun aku tahu dan dapat untuk menjawabnya,karena aku melihat api kekufuran telah menyala pada dirimu”. Setelah itu belia memandangku dan berkata,”Hai Abdullah,engkau ingin bertanya kpdku,dan menanti jawaban dariku,masalahmu begini dan jawabnya… dan engkau akan dikotori oleh dunia hingga sampai pd kedua kupingmu,itu semua dikarenakan oleh jeleknya adabmu atau perilakumu sendiri”. Maka tanpa diperhitungkan sebelumnya akhirny Al Ghoust mendekati Abdul Qodir dan dengan memuliakannya beliau berkata,”Hai Abdul Qodir,engkau telah meridlokan Allah dan rosulnya disebabkan adabmu,aku melihat di baghdad ini engkau duduk dikursi mngajar sekalian manusia.Engkau mengatakan bahwa telapak kakimu berada dipundak para wali,dan aku melihat sekalian auliya’ ketika itu merendahkan pundaknya memuliakan engkau”. Kami menjadi kagum karena hanya sekejab mata dan untuk kedua kalinya Al Ghoust telah menghilang dari pandangan mata kami,dn kami tidak mengetahuinya kemana perginya beliau. Sepulang dari situ kami menempuh kehidupan masing-masing,setelah Siqa’ dikatakan ada api kekufuran,maka dia kini rajin menuntut ilmu,sehingga menguasai bidang ilmu pengetahuan dan memiliki kelebihan dari ahli lainnya dimasa itu. Karena pandai dalam berhujah dan debat, dlm segala bidang,akhirnya terkenal dan diangkat jadi utusan kholifah ke negri Rum.Raja Rum jadi sangat kagum atas luasnya ilmu,kefasihan lidah,dan kebaikan akhlaknya. Dan raja mengumpulkan para ulama untuk berhujah dng Ibnu Siqa’,dan masih lebih unggul,sehingga raja jadi lebih hormat kpdnya. Suatu sa’at Ibnu Siqa’ rela melihat putri raja,akhirnya Siqa’ jatuh cinta,tanpa berpikir panjang,Siqa’ melamar putri itu,tapi ditolak oleh raja,asalkan dng syarat harus masuk agama nasrani,dengan hanya memikirkan putri itu,akhirnya Siqa’ memeluk agama nasrani. Setelah itu barulah ia ingat perkataan Al Ghouts. Mengenai Abdullah,dirinya berangkat ke Damaskus,Dia dipanggil oleh Sultan nuruddin diperintahkan untuk mengurus harta wakaf seluruhnya,hingga lupa dan sibuk dng urusan duniawi, Sedangkan mengenai diri Abdul Qodir Jailani,dikatakan calon pemimpin para waliyullah,ternyata benar,diakui atau tidak Beliau memanglah memiliki kelebihan yg lebih dibanding dng sufi lainnya. Demikianlah sekilas kisah Al Ghouts,seorang yang dinilai oleh orang awam sebagai orang aneh,ternyata memiliki kebiasaan membaca kehidupan dari seseorang,untuk itu ilmu dan kekuatan apakah yg dimilikinya? hingga mengetahui sebelum kejadian. Ternyata Al Ghouts adalah seorang yg sholeh,karena saking sholehnya maka Allah SWT telah membukakan pintu rahasia dari segala rahasia baginya. Semoga kita semua mendapat lindungan dan bimbingan Allah SWT.amiin…..






Komentar