Mengulas Syair KH. Abdul Rahman Wahid (GUSDUR)
- wwwnuresia
- 17 Jan 2016
- 2 menit membaca
SYAIRNYA: Mulai saya ngarang syairan, Dengan muji kepada tuhan… Yang memberi rahmat dan keni’matan, Siang malamnya tanpa hitungan… Duh bala kawan saudara dan tetangga, Jangan cuma ngaji syari’at saja… Cuma pintar dongeng,tulis dan baca, Nanti dibelakangnya bakal sengsara… Banyak yang hafal qur’an hadistnya, Senang ngafirkan pada lainnya… Kafirnya sendiri tak diperhatikannya, Kalau masih kotor hati dan akalnya… Gampang kebujuk nafsu angkara, Pada indahnya gebyarnya dunia… Iri dan dengki kayanya tetangga, karena hatinya gelap dan nista… Ayo saudara jangan melupakan , wajibnya ngaji seanak-beranak…. Tuk menebalkan iman tauhidnya, Bagusnya ongkos,mulya matinya…. Yang dimaksud sholeh bagus hatinya, Karena mapan itu ilmunya….. Laku thoriqot dan ma’rifatnya, Juga haqiqot masuk rasanya…. Al-qur’an qodim wahyu mulya, Tanpa menulis kamu dibaca…. Itu wejangan guru khowas kita, Ditancapkan didalam dada…. Bergantung hati dan pikiran, Merasuk dibadan semua dalaman… Mu’jiyat rosul jadi pedaman, Mana tahu jalan masuknya iman… Padanya Allah yang maha suci, Harus rangkulan siang dan malam… Ditirakati diriyadhohi, Dzikir dan suluk jangan sampai lupa… Hidupnya ayem merasa aman, Tahunya rasa tanda kalau iman… Sabar menerima walaupun pas-pasan, Semua takdir dari tuhan… Padanya kawan saudara dan tetangga, Yang sama rukun,sama mengaji… Itu sunahnya rosul yang mulya, Nabi muhammad panutan kita… Ayo melakukan semuanya, Allah yang bakal mengangkat derajatnya… Walaupun rendah secara lahirnya, Tetapi mulya makom derajatnya… Yang terpenting pada akhirnya, Tidak tersesat roh dan sukmonya… Dan pada Allah sorga tempatnya, Utuh mayatnya juga kainnya… ~~#~~ syair diatas adalah syair yang mempunyai makna kandungan yang sangat dalam,yang mengingatkan kita untuk jangan terfokus pada pengajaran syari’at saja,yang hanya dapat ngomong saja tanpa pelaksanaan,serta hanya bisa mengoreksi kesalahan orang lain tanpa menyadari kesalahan kita sendiri.Melainkan juga pengkajian hati,sehingga kita bisa menepis segala macam penyakit hati yang menjangkit pada hati kita,sehingga kita tidak mudah silau dengan kemegahan dunia,tetapi harus berusaha untuk silau akan kewujudan Allah SWT pada setiap makhlukNya. Syair diatas juga mengajarkan kita untuk selalu dekat dengan Allah SWT,dengan cara mujahadah dan riyadhoh untuk mencapai derajat insan kamil disisiNya.Juga mengukur kesholihan berdasarkan kebersihan hati,jangan dari luarnya saja.Dan juga mengajarkan kita untuk sabar dalam menerima takdir Allah SWT. Itu semua didapatkan dengan mengaji dan mengkaji ilmu dari segala aspek kehidupan,yang menjadikan Al-quran sebagai pedoman dan nabi muhammad sebagai panutan kita dalam menempuh kehidupan ini. Diakhir kata saya khususnya dan pembaca umumnya,marilah kita berbenah diri dan hati,serta ruh kita,untuk selalu Menjadikan Allah SWT sebagai tujuan hidup,dengan karena Allah,serta bersama Allah kita tempuh kehidupan ini. Dan semoga Allah SWT meridhoi kita amiin…






Komentar